MengupasTentang Hati. July 4, 2011 In Bersih Hati, Khutbah Jumat Pilihan. Dalam khutbah Jumat ini, dijelaskan tentang pentingnya memperbaiki qalbu, sebab Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak melihat bentuk dan postur tubuh serta paras wajah seseorang, tetapi yang dilihat tidak lain adalah qalbu dan amalannya.

أَلآ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْصَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَالْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلآ وَهِيَ الْقَلْبُ“Ketahuilah, sungguh di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah kalbu jantung.” HR. al-Bukhari dan MuslimHadits di atas adalah penggalan akhir dari sebuah hadits yang disampaikan oleh sahabat Abu Abdillah an-Nu’man ibnu Basyir radhiallahu anhuma, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yang awalnya berbicara tentang halal, haram, dan musytabihat syubhat, tidak jelas halal haramnya.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberitakan bahwa di dalam tubuh kita ada mudhghah, yaitu potongan daging yang ukurannya bisa dikunyah. Ukurannya kecil, namun kedudukannya besar. Dialah kalbu atau dalam bahasa kita jantung. Dalam ungkapan sehari-hari, sering disebut dengan istilah “hati”, meski sebenarnya adalah organ yang vital bagi makhluk hidup. Di dalam jantung, Allah meletakkan pengaturan kemaslahatan yang diinginkan makhluk makhluk hidup yang bernama manusia, Allah mengistimewakan dengan akal, yang Dia letakkan di يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَتَكُونَ لَهُمۡ قُلُوبٞ يَعۡقِلُونَ بِهَآ أَوۡ ءَاذَانٞ يَسۡمَعُونَ بِهَاۖ“Tidakkah mereka berjalan di muka bumi hingga mereka memiliki jantung-jantung yang dengannya mereka bisa berpikir berakal atau telinga yang dengannya mereka bisa mendengar?”Allah azza wa jalla menjadikan seluruh tubuh tunduk patuh kepada jantung. Apa yang menetap di dalam jantung akan tampak pada pergerakan tubuh. Jika jantung tersebut baik, tubuh baik pula. Sebaliknya, apabila buruk, tubuh pun buruk. Sebab, jantung merupakan sumber gerakan tubuh dan keinginan jiwa. Jika jantung menginginkan hal yang baik, tubuh bergerak dengan pergerakan yang baik. Demikian pula sebaliknya. AlQurán dan Hadits Tentang Penciptaan Manusia. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami Hasil pencarian tentang segumpal+daging+itu+adalah+hati Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging..., dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan...daging. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah darah kental lalu segumpal darah itu Kami jadikan...segumpal daging daging yang besarnya sekepal tangan dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang..., lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging menurut qiraat yang lain lafal 'Izhaaman dalam Lalu Allah menjadikan daripadanya dari air mani yang telah menjadi segumpal darah, segumpal daging Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya menjadi 'alaqah, kemudian menjadi segumpal...daging hingga akhir penciptaannya. Kemudian adalah mani itu menjadi segumpal darah lalu Allah menciptakannya dari air mani itu menjadi penciptaan masing-masing di antara kalian, yaitu mulai dari air mani, lalu berupa darah kental, kemudian segumpal...daging, lalu menjadi manusia dan penciptaan apa yang bertebaran di muka bumi berupa makhluk-makhluk...yang melata arti kata Ad-Daabbah adalah makhluk hidup yang melata di permukaan bumi, yaitu berupa manusia kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, menjadikan kalian dalam perut ibu kalian kejadian demi kejadian yaitu mulai dari air mani, kemudian menjadi segumpal...darah, lalu menjadi segumpal daging dalam tiga kegelapan yaitu gelapnya perut, gelapnya rahim dan...Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Rabb kalian, Rabb Yang mempunyai kerajaan; tidak ada Tuhan selain Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal...darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan...Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan sedikit pun dari daging dan otot melainkan dia melahapnya...habis-habisan, kemudian daging dan otot itu kembali seperti semula, lalu dilahapnya lagi, demikianlah Maka dia pergi yakni ia beranjak dari situ menemui keluarganya dengan diam-diam kemudian dibawanya daging...Di dalam surah Hud telah disebutkan pula melalui firman-Nya, "... dengan membawa daging anak sapi yang...Hud, 69 yakni daging anak sapi gemuk itu sudah dipanggang. kalian semua, bahwa Allah tidak melihat bentuk badan dan perbuatan lahir kalian, tetapi Dia melihat hati...Tetapi Dia menginginkan kekhusukan hati kalian....Maka dari itu, keridaan-Nya tidak akan bisa didapatkan melalui pembagian daging dan penumpahan darah...hewan kurban itu semata, tetapi yang bisa mendapatkannya adalah ketakwaan dan ketulusan niat....Semua penundukan itu Kami lakukan demi kepentingan kalian dan agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk Kemudian ia datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk....Daging itu pun didekatkan kepada mereka. Tetapi mereka tidak memakannya. Kemudian ia datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk....Daging itu pun didekatkan kepada mereka. Tetapi mereka tidak memakannya. menciptakan manusia atau jenis manusia dari 'alaq lafal 'Alaq bentuk jamak dari lafal 'Alaqah, artinya segumpal Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan Sesungguhnya kalian lebih ditakuti lebih disegani dalam hati mereka dalam hati orang-orang munafik...itu daripada Allah karena siksaan-Nya yang ditangguhkan....Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tiada mengerti. Adam dari tanah, kemudian Kami ciptakan anak cucunya dari setetes nuthfah air mani kemudian dari segumpal...darah darah yang kental kemudian dari segumpal daging daging yang besarnya sekepal tangan yang sempurna...dapat mengambil kesimpulan daripadanya, bahwa Allah yang memulai penciptaan dapat mengembalikan ciptaan itu...ibu-ibu kalian sebagai bayi lafal Thiflan sekalipun berbentuk tunggal tetapi makna yang dimaksud adalah... menjadi hidup dan suburlah ia hidup dengan suburnya serta dapat menumbuhkan huruf Min adalah huruf Allah tidak pernah menciptakan dua hati dalam diri seseorang....Dengan berkata seperti itu, sang istri seolah-olah menjadi ibunya....Hal itu-ketika kalian memberikan kedudukan anak angkat sama dengan kedudukan anak darah daging sendiri...-adalah perkataan yang tidak ada sisi benarnya dan tidak ada dampak hukumnya....Allah bermaksud menyatakan kebenaran dan membimbing kalian kepada kebenaran itu. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Kecuali lain halnya dengan orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih" dari syirik...dan munafik, yang dimaksud adalah hati orang Mukmin, maka sesungguhnya imannya itu dapat memberi manfaat dengan membaca kabar gembira yaitu akan diberi anak bernama Ishak dan menyusul Yakub anak Ishak sesudah itu...mashdar Ibrahim menjawab, "Selamatlah." atas kalian Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging...anak sapi yang dipanggang daging panggang anak sapi. Setelah membuahi ovum, sperma itu Kami jadikan darah....Darah itu pun kemudian Kami jadikan sepotong daging yang kemudian Kami bentuk menjadi tulang....Tulang itu lalu Kami balut dengan daging. Setelah itu, Kami menyempurnakan penciptaannya. Para pelayan itu juga membawakan buah-buahan, dengan berbagai macam jenis yang dapat mereka pilih dan...lihat, dan daging burung yang mereka inginkan. Para pelayan itu juga membawakan buah-buahan, dengan berbagai macam jenis yang dapat mereka pilih dan...lihat, dan daging burung yang mereka inginkan. Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah....Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. Sahabatnya yang beriman itu mengatakan, "Apakah kamu merelakan dirimu mengingkari Tuhan yang telah menciptakan...moyangmu, Adam, dari segumpal tanah dan menjadikan keturunannya dari setetes air mani. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir lagi... lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan untuk mereka nikmati sepuas-puasnya.
Hadisttentang Qada dan Qadar: 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh didalamnya dan menuliskan empat ketentuan
Kali ini akan dishare kumpulan hadits tentang hati qolbu lengkap bahasa arab dan artinya. Hendaknya hadist hadist tentang hati ini dipelajari dan dipahami agar kita mengerti bagaimana cara menata hati dan membersihkannya dari segala sifat sifat tercela seperti hasud, iri, dengki, riya, sombong, ujub, kikir dan lain sebagainya. Selain sebagai sumber kebaikan fisik, hati juga menjadi penentu nilai akhir amal. Jika hati tidak selamat dari kotoran dan penyakit, maka amal shaleh tidak akan dicatat sebagai kebaikan. Termasuk ke dalam masalah ini adalah niat hati dalam melakukan amal. Maka, orang yang hatinya selamat qalbun salim, dialah yang akan mendapat nilai akhir amal yang baik, dialah yang akan menghuni surga Allah SWT. Jika kita paham bagaimana cara menata hati, maka insyaallah kita akan selamat dan bahagia dunia akhirat. Hal ini dikarenakan jika hati baik, maka baiklah anggota badan yang lain. Jika hati rusak, maka rusak pula yang lainnya. Baiknya hati dengan memiliki rasa takut, rasa cinta pada ALLAH SWT dan ikhlas dalam niat. Rusaknya hati adalah karena terjerumus dalam maksiat, keharaman dan perkara syubhat yang masih samar hukumnya. Banyak sekali dalil dalil baik ayat suci Al-Quran dan hadits tentang hati seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu ayat Al-Quran, ALLAH SWT berfirman sebagai berikut يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ 88 إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ 89 Artinya “Yaitu pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” QS. asy-Syu’ara 88-89. Dalam ayat lainnya, Artinya “Mereka itu adalah orang-orang yang dicoba hatinya oleh Allah untuk takwa” Selain ayat diatas, masih banyak dalil hadits Nabi SAW yang bisa dijadikan pedoman dalam memahami masalah hati manusia ini. Didalamnya dijelaskan banyak hal seperti mengatasi hati yang keras dan mati, cara membersihkan penyakit hati dari berbagai kotoran dan sifat yang jelek, kemudian bagaimana agar hati yang gelisah menjadi tenang dan banyak lagi. Adapun diantara yang menyebabkan matinya hati itu adalah karena tiga perkara yaitu Hubbul dunia cinta dunia, Lalai daripada zikirullah mengingati ALLAH SWT serta banyak makan dan menjatuhkan anggota badan kepada maksiat kepada ALLAH SWT. . Sedangkan diantara yang menyebabkan hidupnya hati antara lain adalah zuhud dengan dunia, zikrullah berdzikir kepada ALLAH SWT serta Bergaul atau berkawan dengan aulia ALLAH SWT dan orang orang sholeh. Dan untuk lebih jelasnya, simak berikut ini daftar kumpulan hadits tentang hati lengkap dalam tulisan arab dan terjemahan bahasa Indonesianya. Kumpulan Hadits Tentang Hati Lengkap Bahasa Arab dan Artinya Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash radhiyallahu anhu, ia berkata bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ “Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” Setelah itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdoa; “Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ala tho’atik” [Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu] HR. Muslim no. 2654. أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah segumpal daging itu ialah hati..” HR. Muslim. Doa Nabi shallallahu alahi wasallam yang sering beliau ucapkan adalah, اَللَّهُمَّ مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ “Ya Allah, Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku ini pada agama-Mu” Dan di antara doa beliau juga adalah, وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا “Aku memohon kepada-Mu hati yang bersih.” Diriwayatkan oleh Ahmad [4/123, 125]; At- Tirmidzi, nomor 3407 dan An-Nasa’i, nomor 1305 Abu Hurairah radhiyallahu anhu menuturkan, “Rasulullah shallallahu alahi wasallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَشَارَ بِأَصْبَعِهِ إِلَى صَدْرِهِ Artinya“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad atau bentuk kamu, akan tetapi Dia melihat kepada hati kamu”, beliau menunjuk ke dadanya dengan telunjuknya.” Muslim, no. 2564 Imam Ahmad, telah meriwayatkan sebuah hadits yang bersumber dari Anas radhiyallahu anhu. Ia bertutur, “Rasulullah shallallahu alahi wasallam bersabda, لاَ يَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ “Iman seseorang tidak akan lurus benar sebelum hatinya lurus.” Al-Musnad, hadits لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلاَبًا مِنَ الْقَدَرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْيًا “Sungguh hati manusia itu lebih cepat bolak-baliknya daripada periuk ketika sedang sangat mendidih” Ahmad. إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ “Jika seorang hamba berbuat sebuah dosa, maka akan ditorehkan sebuah noktah hitam di dalam hatinya. Tapi jika ia meninggalkannya dan beristigfar niscaya hatinya akan dibersihkan dari noktah hitam itu. Sebaliknya jika ia terus berbuat dosa, noktah-noktah hitam akan terus bertambah hingga menutup hatinya. Itulah dinding penutup yang Allah sebutkan dalam ayat, Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu menutup hati mereka.’ 14.” HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَ رِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ “Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” Diriwalatkan Muslim إِنَّ هذَهِ الْقُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ قِيْلَ فَمَا جَلاَؤُهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ تِلاَوَةُ الْقُرْآنِ “Sesungguhnya hati ini berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Ditanyakan, Apa pembersihnya wahai Rasulallah?’ Rasul menjawab, Membaca al-Quran’.” al-Qadlā’iy. اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “Bertakwalah kamu kepada Allah, iringilah keburukan dengan kebaikan dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik!” Ahmad dan Tirmidzi. إِنَّ الْقُلُوبَ بِيَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُقَلِّبُهَا “Sesungguhnya hati berada di tangan Allah azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya.” HR. Ahmad 3 257 Selanjutnya Anas berkata, “Maka Abdullah menceritakan bahwa selama 3 hari bersama pemuda tersebut, dia tidak melihatnya melakukan qiyamul lail shalat malam sedikitpun. Yang dia lakukan hanyalah bertakbir dan berzikir setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas tempat tidurnya sampai dia bangun untuk shalat shubuh. Selain itu, Abdullah berkata, Hanya saja, aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik. Setelah 3 hari berlalu dan hampir saja aku meremehkan amalannya, aku berkata kepadanya, Wahai hamba Allah, sebenarnya tidak pernah ada pertengkaran antara aku dengan bapakku, dan tidak pula aku menjauhinya. Sebenarnya, aku hanya mendengar Rasulullah berkata tentang engkau tiga kali, Akan muncul di hadapan kalian saat ini seorang laki-laki calon penghuni surga.’ Dan ternyata engkaulah yang muncul sebanyak 3 kali itu. Karena itu, aku jadi ingin tinggal bersamamu agar aku bisa melihat apa yang engkau lakukan untuk kemudian aku tiru. Akan tetapi, aku tidak melihat engkau melakukan amalan yang besar. Lantas, amalan apa sebenarnya yang bisa menyampaikan engkau kepada kedudukan sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah?’ Orang tersebut berkata, Aku tidak melakukan kecuali apa yang kamu lihat.’ Maka ketika aku telah berpaling pergi, dia memanggilku dan berkata, Sebenarnyalah aku memang tidak melakukan apa-apa selain yang engkau lihat. Hanya saja, selama ini aku tidak pernah merasa dongkol dan dendam kepada seorang pun dari kaum muslimin, serta tidak pernah menyimpan rasa hasad terhadap seorang pun terhadap kebaikan yang telah Allah berikan kepadanya.’ Maka Abdullah berkata, Inilah amalan yang membuatmu sampai pada derajat tinggi, dan inilah yang tidak mampu kami lakukan.'” HR. Ahmad “Ya Rasulullah! siapakah orang yang terbaik itu? maka beliau menjawab yaitu orang mukmin yang bersih hatinya, maka ditanyakan lagi apakah artinya orang yang bersih hatinya itu wahai Rasulullah? beliau lalu menjawab ialah orang yang takwa, bersih tidak ada kepalsuan padanya, tak ada kedurhakaan, pengkhianatan, dendam dan kedengkian”. HR. Ibnu Majah Diriwayatkan dari Anas bin Malik, beliau berkata, “Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah. Tiba-tiba beliau berkata, Akan lewat di hadapan kalian saat ini seorang calon penghuni surga.’ Lalu lewatlah seorang pemuda Anshar dalam keadaan dari jenggotnya menetes sisa-sisa air wudhu dan tangan kirinya menenteng sandal. Pada keesokan harinya, Rasulullah bersabda lagi persis sebagaimana sabdanya kemarin, lalu lewatlah pemuda tersebut dengan keadaan persis dengan keadaannya yang kemarin. Dan pada hari yang ketiga Rasulullah mengulang lagi sabdanya seperti sabdanya yang pertama dan pemuda itu pun muncul lagi dengan keadaan seperti keadaannya yang pertama. Maka, ketika Rasulullah beranjak pergi, Abdullah bin Amr bin Ash segera mengikuti pemuda tersebut ke rumahnya, lalu berkata kepadanya, Sesungguhnya antara aku dan bapakku telah terjadi perselisihan, maka aku bersumpah tidak akan masuk ke rumahnya selama 3 hari. Jika engkau tidak keberatan, aku ingin menumpang padamu selama 3 hari tersebut.’ Pemuda tersebut berkata, Ya, tidak apa-apa.'” Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya Siapakah orang yang paling utama?’ Beliau menjawab, Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya.’ Para sahabat berkata, Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?’ Rasulullah menjawab, Dia adalah orang yang bertakwa takut kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya, serta tidak ada pula dendam dan hasad.’ Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan Ath-Thabrani ”Hati orang mukmin itu bersih di dalamnya ada lampu yang bersinar dan hati orang kafir itu hitam dan terbalik ”HR. Ahmad & Thabrani. "Sesiapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya. Jika dia tidak bertaubat maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam."Hadis riwayat Ibn Majah Demikianlah dafta kumpulan hadits tentang hati qolbu lengkap bahasa arab dan artinya. Semoga semua dalil hadist Nabi Muhammad SAW diatas bermanfaat dan menjadikan kita lebih bisa menata hati kita agar selalu bersih dan terbebas dari segala kotoran/penyakit hati. Wallahu a'lam.
HaditsTentang Akhlak. Berikut beberapa hadits tentang akhlak yang menunjukkan keutamaan dan pentingnya akhlak mulia : قال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- : "إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُ. Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia
Kali ini diulas daftar kumpulan hadits tentang hati lengkap dalam tulisan bahasa arab dan artinya. Hati sendiri adalah hal yang penting dalam pandangan islam, jangan sampai kita sebagai seorang muslim yang beriman memiliki hati yang kotor dan tercampur segala macam sifat tercela seperti ujub/bangga diri, iri, dengki, pemarah, hasud, riya/pamer, sombong dan banyak lagi. Hal ini sangat berbahaya bagi keimanan kita dan ancamannya adalah dosa dan neraka. Maka dari itulah hendaknya kita mempelajari hadits hadist tentang hati yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW agar kita terbebas dari kotoran hati. Bagaimana keadaan hati juga berpenaruh pada nilai akhir amal, jika hati masih terdapat kotoran dan penyakit seperti riyak misalnya, maka amal shaleh akan hangus karena penyakit hati tersebut. Maka dari itu, orang yang hatinya selamat qalbun salim yang akan mendapat nilai akhir amal yang baik dan masuk ke dalam surga. Sebagai panduan, maka dalil dalilnya adalah kitab suci Al-Quran dan hadits tentang hati. Dengan melihat dari Al-Quran dan sunnah, maka kita bisa memahami bagaimana cara membersihkan hati, cara menghilangkan penyakit hati, melembutkan hati yang keras dan mati serta menenagkan hati yang gelisah. Dalam sebuah ayat suci Al-Quran, Allah SWT berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ Artinya “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasehat/pelajaran dari Rabbmu al-Qur’an dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada hati manusia, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” QS Yunus 57. Dalam ayat lain, Artinya “Allah mencatat keimanan di dalam hati mereka”. 22. Melihat ayat diatas, maka jelaslah bahwa orang orang beriman hatinya akan selalu bersih dari segala perasaan buruk dan sifat jelek. Dan tips untuk menghidupkan hati diataranya adalah dengan banyak berdzikir menginat Allah SWT, duduk di majelis orang orang shaleh serta menghilangkan sifat cinta dunia. Dan untuk lebih jelasnya mengenai hati / qolbu dalam pandangan islam, simak berikut ini daftar kumpulan hadits tentang hati lengkap dalam lafadz arab dan terjemahan bahasa Indonesianya. Kumpulan Hadits Tentang Hati Qolbu Lengkap Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati jantung” HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599. Nabi –shallallahu alaihi wa sallam– minta dalam do’anya adalah agar hatinya terus dijaga dalam kebaikan. Beliau sering berdo’a, يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ “Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi alaa diinik Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلاَبًا مِنَ الْقَدَرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْيًا Artinya“Sungguh hati manusia itu lebih cepat bolak-baliknya daripada periuk ketika sedang sangat mendidih” Ahmad. إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ “Jika seorang hamba berbuat sebuah dosa, maka akan ditorehkan sebuah noktah hitam di dalam hatinya. Tapi jika ia meninggalkannya dan beristigfar niscaya hatinya akan dibersihkan dari noktah hitam itu. Sebaliknya jika ia terus berbuat dosa, noktah-noktah hitam akan terus bertambah hingga menutup hatinya. Itulah dinding penutup yang Allah sebutkan dalam ayat, Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu menutup hati mereka.’ 14.” HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kenapa do’a tersebut yang sering beliau baca. Nabi shallallahu alaihi wa sallam seraya menjawab, يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ “Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” HR. Tirmidzi no. 3522 إِنَّ هذَهِ الْقُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ قِيْلَ فَمَا جَلاَؤُهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ تِلاَوَةُ الْقُرْآنِ Artinya“Sesungguhnya hati ini berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Ditanyakan, Apa pembersihnya wahai Rasulallah?’ Rasul menjawab, Membaca al-Quran’.” al-Qadlā’iy. اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “Bertakwalah kamu kepada Allah, iringilah keburukan dengan kebaikan dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik!” Ahmad dan Tirmidzi. إِنَّ الْقُلُوبَ بِيَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُقَلِّبُهَا “Sesungguhnya hati berada di tangan Allah azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya.” HR. Ahmad 3 257 وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَ رِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ “Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” Diriwalatkan Muslim Abu Hurairah radhiyallahu anhu menuturkan, “Rasulullah shallallahu alahi wasallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَشَارَ بِأَصْبَعِهِ إِلَى صَدْرِهِ “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad atau bentuk kamu, akan tetapi Dia melihat kepada hati kamu”, beliau menunjuk ke dadanya dengan telunjuknya.” Muslim, no. 2564 Imam Ahmad, telah meriwayatkan sebuah hadits yang bersumber dari Anas radhiyallahu anhu. Ia bertutur, “Rasulullah shallallahu alahi wasallam bersabda, لاَ يَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ “Iman seseorang tidak akan lurus benar sebelum hatinya lurus.” Al-Musnad, hadits Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya Siapakah orang yang paling utama?’ Beliau menjawab, Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya.’ Para sahabat berkata, Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?’ Rasulullah menjawab, Dia adalah orang yang bertakwa takut kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya, serta tidak ada pula dendam dan hasad.’ Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan Ath-Thabrani ”Hati orang mukmin itu bersih di dalamnya ada lampu yang bersinar dan hati orang kafir itu hitam dan terbalik ”HR. Ahmad & Thabrani. “Ya Rasulullah! siapakah orang yang terbaik itu? maka beliau menjawab yaitu orang mukmin yang bersih hatinya, maka ditanyakan lagi apakah artinya orang yang bersih hatinya itu wahai Rasulullah? beliau lalu menjawab ialah orang yang takwa, bersih tidak ada kepalsuan padanya, tak ada kedurhakaan, pengkhianatan, dendam dan kedengkian”. HR. Ibnu Majah Diriwayatkan dari Anas bin Malik, beliau berkata, “Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah. Tiba-tiba beliau berkata, Akan lewat di hadapan kalian saat ini seorang calon penghuni surga.’ Lalu lewatlah seorang pemuda Anshar dalam keadaan dari jenggotnya menetes sisa-sisa air wudhu dan tangan kirinya menenteng sandal. Pada keesokan harinya, Rasulullah bersabda lagi persis sebagaimana sabdanya kemarin, lalu lewatlah pemuda tersebut dengan keadaan persis dengan keadaannya yang kemarin. Dan pada hari yang ketiga Rasulullah mengulang lagi sabdanya seperti sabdanya yang pertama dan pemuda itu pun muncul lagi dengan keadaan seperti keadaannya yang pertama. Maka, ketika Rasulullah beranjak pergi, Abdullah bin Amr bin Ash segera mengikuti pemuda tersebut ke rumahnya, lalu berkata kepadanya, Sesungguhnya antara aku dan bapakku telah terjadi perselisihan, maka aku bersumpah tidak akan masuk ke rumahnya selama 3 hari. Jika engkau tidak keberatan, aku ingin menumpang padamu selama 3 hari tersebut.’ Pemuda tersebut berkata, Ya, tidak apa-apa.'” "Sesiapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya. Jika dia tidak bertaubat maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam."Hadis riwayat Ibn Majah Selanjutnya Anas berkata, “Maka Abdullah menceritakan bahwa selama 3 hari bersama pemuda tersebut, dia tidak melihatnya melakukan qiyamul lail shalat malam sedikitpun. Yang dia lakukan hanyalah bertakbir dan berzikir setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas tempat tidurnya sampai dia bangun untuk shalat shubuh. Selain itu, Abdullah berkata, Hanya saja, aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik. Setelah 3 hari berlalu dan hampir saja aku meremehkan amalannya, aku berkata kepadanya, Wahai hamba Allah, sebenarnya tidak pernah ada pertengkaran antara aku dengan bapakku, dan tidak pula aku menjauhinya. Sebenarnya, aku hanya mendengar Rasulullah berkata tentang engkau tiga kali, Akan muncul di hadapan kalian saat ini seorang laki-laki calon penghuni surga.’ Dan ternyata engkaulah yang muncul sebanyak 3 kali itu. Karena itu, aku jadi ingin tinggal bersamamu agar aku bisa melihat apa yang engkau lakukan untuk kemudian aku tiru. Akan tetapi, aku tidak melihat engkau melakukan amalan yang besar. Lantas, amalan apa sebenarnya yang bisa menyampaikan engkau kepada kedudukan sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah?’ Orang tersebut berkata, Aku tidak melakukan kecuali apa yang kamu lihat.’ Maka ketika aku telah berpaling pergi, dia memanggilku dan berkata, Sebenarnyalah aku memang tidak melakukan apa-apa selain yang engkau lihat. Hanya saja, selama ini aku tidak pernah merasa dongkol dan dendam kepada seorang pun dari kaum muslimin, serta tidak pernah menyimpan rasa hasad terhadap seorang pun terhadap kebaikan yang telah Allah berikan kepadanya.’ Maka Abdullah berkata, Inilah amalan yang membuatmu sampai pada derajat tinggi, dan inilah yang tidak mampu kami lakukan.'” HR. Ahmad. Sekian artikel kumpulan hadits tentang hati lengkap dalam bahasa arab dan artinya. Insyaalah dengan melihat daftar dalil hadist diatas, kita mendapatkan pencerahan bagaimana cara menata hati agar bersih dan terbebas dari segala penyakit yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Wallahu a'lam.
Khulasahnyamarilah sama2 kita menjaga hati kita..sentiasa bersihkan kisah2 Rasul dan sahabat, kalam2 tuhan tentang cara untuk kita bersih dan jaga hati kitajagalah hati kitakerana segalanya bermula dari situbukankah niat juga bermula dari hati "innama a`malu binniat.". Sape boleh sambung hadith nie?
Ilustrasi hadits tentang istiqomah. Foto Freepik. Istiqomah merupakan salah satu akhlak yang penting untuk dimiliki setiap Muslim. Istiqomah diartikan sebagai sikap konsisten dalam menjalankan kewajiban dan berbuat bahasa, istiqomah berasal dari kata qaama yang memiliki arti berdiri, tegak, dan lurus. Sedangkan secara istilah, istoqomah diartikan sebagai sikap konsisten dan berpendirian teguh terhadap ketetapan Allah telah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan seluruh umatnya untuk beristiqomah. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Hud ayat 112 yang artinya“Maka istiqomahlah engkau Muhammad sebagaimana engkau diperintah untuk itu beserta orang-orang yang bertaubat bersamami, dan janganlah kalian berlaku melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” QS. Hud112Dikutip dari buku Meniti Jalan Istiqomah oleh Syekh Musnid al-Qahthany, istiqomah juga dianjurkan oleh Rasulullah dalam berbagai riwayat hadits. Salah satunya dalam hadits riwayat Muslim. Dari Sufyan bin Abdullah, dia bertanya kepada Rasulullah“Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam. Sehingga aku tidak lagi bertanya kepada seseorang selain engkau.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Katakanlah Saya beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah.” HR. MuslimDalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda "Istiqamahlah dan hendaklah engkau perbaiki akhlaqmu kepada manusia.” HR. Al Hakim dan Ibnu HibbanDari kedua hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa istiqomah adalah hal yang sangat penting bagi umat Muslim. Istiqomah dalam Islam dibagi ke dalam berbagai bentuk, apa saja? Bentuk-Bentuk IstiqomahIlustrasi hadits tentang istiqomah. Foto Freepik. Sebagian ulama berpendapat bahwa istiqomah terjadi secara lahir maupun batin. Dikutip dari buku Pendidikan Akhlak Berbasis Hadits Arba'in An Nawawiyah oleh Dr. Saifudin Amin, MA., istiqomah secara umum dibagi menjadi tiga macam, yakniIstiqomah hatiHati merupakan tempat iman seseorang. Apabila hati telah istiqomah dan tunduk atas segala perintah Allah, seorang Muslim akan selalu menjadikan-Nya sebagai tujuan serta tumpuan dari segala doa dan harapannya. Rasulullah SAW bersabda “Ketahuilah, bahwa di dalam badan terdapat segumpal darah. Jika iabaik, maka semua aggota badan akan baik. Jika ia rusak, maka semua anggota badan akan rusak. Segumpal darah tersebut adalah hati.” MajahLisan merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada manusia. Jenis istiqomah ini menjadi istiqomah yang paling penting setelah istiqomah hati. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah riwayat hadits Tirmidzi yang artinyaDari Abu Saidal khudri, Rasulullah SAW bersabda “Apabila anak Adam berada pada waktu pagi, anggota-anggota tubuhnya tunduk kepada lisan dan berkata, bertakwalah kepada Allah dalam memimpin kami karena sesungguhnya kami adalah pengikutmu, ika kamu menempuh jalan yang lurus beristiqamah, kami juga menempuh jalan yang lurus, dan jika kamu menempuh jalan yang bengkok, kami juga menempuh jalan yang bengkok.” HR. Tirmidzi dan AhmadIstiqomah perbuatan ialah tekun bekerja atau melakukan amalan hanya untuk mencapai ridhai Allah. Adapun ciri-ciri orang yang istiqomah dalam perbuatan, yaitu selalu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, melaksanakan sholat lima waktu dengan tidak menunda-nunda, senantiasa berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, dan mendahulukan kewajiban daripada perkara yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya pasti memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Apa saja keutamaan istiqomah?Keutamaan IstiqomahIlustrasi hadits tentang istiqomah. Foto dari buku Ilmu Tasawuf sebagai Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlak oleh Dr. H. Imam Kanafi, beberapa keutamaan istiqomah djelaskan dalam surat Fushilat ayat 30-32. Mereka yang istiqomah akan dijauhkan oleh Allah dari rasa sedih dengan apa yang terjadi di masa lalu. Selain itu, akan dihilangkan rasa khawatir akan kehidupan di masa yang akan yang istiqomah juga diberikan perlindungan oleh Allah di dunia. Allah juga berjanji akan memberikan surga tempat segala kenikmatan dan kebahagiaan kepada orang-orang yang beristiqomah di jalan-Nya.
. 146 231 160 113 27 398 223 275

hadits tentang hati segumpal darah